JEDDAH – Kepala Dadan Hindayana membuka peluang perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke luar negeri dengan menjadikan Sekolah Indonesia Jeddah sebagai proyek percontohan pertama.
Gagasan tersebut muncul setelah para siswa Sekolah Indonesia Jeddah menyampaikan keinginan untuk merasakan program MBG yang saat ini telah dinikmati jutaan pelajar di Indonesia.
“Sebagai warga negara Indonesia, mereka memiliki hak yang sama,” ujar Dadan saat berada di Bandara Internasional King Abdulaziz, Minggu (31/5/2026).
Dalam kunjungannya, Dadan meninjau langsung Sekolah Indonesia Jeddah yang menampung sekitar 1.080 anak pekerja migran Indonesia. Selain itu, terdapat pula Sekolah Indonesia Makkah yang memiliki sekitar 400 siswa.
Meski kunjungan dilakukan saat masa libur sekolah, antusiasme para siswa dan guru tetap tinggi. Sekitar 100 siswa bersama 56 guru hadir untuk menyambut kedatangan Kepala BGN tersebut.
Menurut Dadan, hasil peninjauan akan dilaporkan kepada Prabowo Subianto untuk dipertimbangkan. Jika mendapat persetujuan, Sekolah Indonesia Jeddah akan menjadi sekolah pertama di luar negeri yang menjalankan program MBG.
“Kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah,” katanya.
Dadan menjelaskan, mekanisme pelaksanaan MBG di luar negeri pada prinsipnya tidak berbeda dengan di Indonesia. Program akan dijalankan melalui kerja sama lintas kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta menggandeng mitra lokal untuk operasional SPPG.
Apabila terealisasi, menu makanan akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan setempat. Kombinasi menu khas Arab Saudi dan Indonesia akan disusun agar tetap memenuhi kebutuhan gizi para siswa.
Langkah ini dinilai menjadi upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak WNI di luar negeri juga dapat menikmati program peningkatan gizi yang sama dengan pelajar di dalam negeri.