Polisi mengingatkan warga untuk tak menyerang toko diduga menjual tramadol ilegal dengan petasan. Jangan main hakim sendiri.
KEPALA Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold E.P. Hutagalung mengingatkan masyarakat untuk tak main hakim sendiri jika ada dugaan praktik ilegal di lingkungan sekitar. Dia merespons aksi serangan petasan ke sejumlah toko ataupun kios yang diduga menjual obat-obatan keras seperti tramadol secara ilegal.
Reynold meminta masyarakat untuk memercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang. "Tidak perlu main hakim sendiri, percayakan pasti kami tindak tegas," katanya pada Jumat, 20 Maret 2026.
Reynold mengklaim, pihaknya sudah menindaklanjuti dugaan peredaran obat keras sesaat setelah informasi tersebut viral di media sosial. Bahkan, akun yang menyebarluaskan informasi tersebut juga sudah berterima kasih atas penindakan yang dilakukan polisi.
Sebelumnya, akun Instagram @badanperwakilannetizen viral di media sosial dan memicu respons publik. Musababnya, pemilik akun tersebut melempar petasan ke sejumlah toko dan kios di Jakarta yang diduga memperdagangkan obat keras tanpa izin resmi.
Pemilik akun, Rusli, bercerita bahwa aksinya didorong oleh keresahan pribadinya dan kawan-kawannya terkait peredaran obat keras. "Ini gerakan kami lakukan secara mandiri" ujarnya pada Selasa, 17 Maret 2026.
Rusli mengaku, selama ini banyak masyarakat yang mengadukan ihwal penjualan obat keras di daerah mereka yang semakin marak. Sejumlah daerah yang diduga menjadi sarang peredaran obat keras seperti Tanah Abang, Kalisari, Pondok Gede, hingga Cibubur.
Baca Juga: Tuas Gas Ditarik Anak, Pengendara Motor Tew*s Tertabrak Trans Jatim
Menurutnya, masyarakat sekitar memiliki bukti kuat berupa penemuan bungkus bekas obat-obat keras di sekitar toko maupun kios. "Mereka sudah pernah lapor, dilakukan penangkapan, tapi ternyata cuma formalitas," kata Rusli.
Dalam banyak kasus, toko maupun kios yang berjualan obat keras tersebut ditengarai sudah kembali beroperasi hanya dalam waktu seminggu pasca digerebek. Bahkan, masyarakat menduga ada keterlibatan aparat yang mendukung bisnis ilegal tersebut tetap berjalan. Karena itulah, aksi pelemparan petasan terjadi. Tapi polisi membantah telah melindungi pengedar tramadol.
Source tempo.co