Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berpotensi muncul di Indonesia pada pertengahan hingga akhir tahun 2026. Kemunculan fenomena ini diperkirakan akan membuat kondisi cuaca menjadi lebih panas dan kering, seiring dengan berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026. Saat ini kondisi iklim global berada pada fase netral dengan indeks ENSO sekitar -0,28 dan diperkirakan bertahan hingga Juni 2026 sebelum kemungkinan berkembang menuju El Nino.
BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih cepat dibandingkan rata rata klimatologinya di banyak wilayah Indonesia. Sekitar 114 Zona Musim atau 16,3 persen wilayah diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, terutama di pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pada Mei dan Juni, jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau diperkirakan terus bertambah hingga mencakup hampir separuh wilayah Indonesia.
Puncak musim kemarau diproyeksikan terjadi pada Agustus 2026 dan berpotensi melanda sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Kondisi kering diperkirakan mendominasi wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, serta seluruh Bali dan Nusa Tenggara. BMKG mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi, terutama di sektor pangan dan sumber daya air, dengan menyesuaikan pola tanam, memilih varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan, serta memperkuat pengelolaan cadangan air.
Source: CNN Indonesia, BMKG.